Cara Kerja Bio Septic Tank – Bio septic tank merupakan sistem pengolahan limbah ramah lingkungan. Jika septic tank konvensional yang hanya mengumpulkan limbah dan membuangnya ke saluran pembuangan, septic tank bio bisa mengoptimalkan proses pengolahan limbah dengan bakteri pengurai menjadi air yang lebih bersih sehingga aman jika dibuang ke air tanah.
Lantas, bagaimana cara kerja bio septic tank?
Setelah membahas ukuran tangki stainless paling besar, artikel ini akan membahas cara kerja bio septic tank. Yuk, simak!
Cara Kerja Bio Septic Tank

Bagi Anda yang menggunakan tangki septic bio di rumah, penting untuk memahami bagaimana proses kerjanya. Tujuannya, supaya Anda bisa mempertimbangkan mengapa harus menggunakan tangki septic bio. Berikut ini adalah cara kerja bio septic tank:
1. Tahap 1: Pemisahan Limbah Cair dan Padat
Pada tahap pertama, limbah kotoran akan masuk ke dalam septic tank bio. Di dalam septic tank ini, limbah akan mengalami proses pemisahan antara limbah padat dan cair. Limbah padat akan tenggelam ke dasar septic tank sedangkan limbah cair akan naik ke atas permukaan.
Setelah proses pemisahaan, limbah cair akan diteruskan ke dalam sistem pengolahan biologi. Pada tahap ini mikroorganisme akan bekerja mengurai limbah organik dan menghasilkan gas metana.
Gas ini akan dikumpulkan dan disimpan di dalam tangki gas untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
Selanjutnya, limbah cair yang telah diolah oleh mikroorganisme akan dikirim ke dalam sistem filter mekanik. Di sini, limbah akan disaring melalui media filter plastik untuk menghilangkan partikel–partikel padat.
2. Tahap 2: Proses Pengolahan Biologi
Setelah limbah cair yang sudah terpisah akan mengalami proses filterisasi menggunakan media sarang tawon sebagai media penyaring.
Setelah proses ini air limbah akan mengalami proses pengendapan untuk menghilangkan sisa–sisa bahan organik yang masih ada. Hasil dari proses pengendapan ini akan diteruskan ke tahap selanjutnya, yaitu proses pengolahan biologi.
Tahap berikutnya, air limbah akan mengalami proses pemurnian dengan menggunakan filter karbon aktif. Filter ini akan menyerap berbagai bahan berbahaya yang masih ada di dalam air limbah. Setelah proses pemurnian selesai, air limbah akan menjadi air bersih yang aman untuk dibuang.
3. Tahap 3 : Netralisasi dan Penguraian Limbah Kotoran
Pada tahap ketiga ini, limbah yang sudah melalui proses penyaringan akan masuk ke dalam ruang netralisasi. Di dalam ruang ini, bakteri baik akan terus bekerja untuk menguraikan limbah organik yang tersisa sehingga air limbah menjadi lebih bersih dan aman untuk dibuang ke air tanah.
Setelah air limbah melewati ruang netralisasi, air limbah akan mengalir ke dalam sistem pengolahan akhir. Di dalam sistem ini, air limbah akan melewati beberapa tahap pengolahan seperti penyaringan dan pengendapan.
Jika proses pengolahan selesai, air limbah akan melewati katup yang berisi tablet kaporit, sehingga limbah sudah bebas bakteri. Pada bagian ini, kualitas air limbah harus memenuhi standar kualitas pemerintah.
Jika kualitas air limbah tidak memenuhi standar, maka proses pengolahan harus diulangi sampai air limbah mencapai kualitas yang Anda inginkan.
Keunggulan Bio Septic Tank

Bio septic tank menjadi pilihan banyak pemilik rumah karena menawarkan sistem pengolahan limbah yang lebih modern daripada septic tank konvensional. Berikut beberapa keunggulan yang dimilikinya.
1. Lebih Ramah Lingkungan
Bio septic tank memanfaatkan bakteri pengurai untuk mengolah limbah organik sehingga air yang keluar telah melalui proses penyaringan. Hal ini membantu mengurangi risiko pencemaran tanah maupun air di sekitar rumah.
2. Mengurangi Bau Tidak Sedap
Proses penguraian limbah berlangsung secara biologis di dalam tangki, sehingga pembentukan gas penyebab bau dapat berkurang. Lingkungan sekitar rumah pun menjadi lebih nyaman dan bersih.
3. Jarang Membutuhkan Penyedotan
Karena limbah padat diuraikan oleh bakteri, jumlah endapan lumpur menjadi lebih sedikit. Akibatnya, frekuensi penyedotan septic tank bisa lebih jarang daripada septic tank biasa, sehingga biaya perawatan juga lebih hemat.
4. Proses Instalasi Lebih Praktis
Sebagian besar bio septic tank diproduksi dalam bentuk siap pasang (prefabrikasi). Hal ini membuat proses pemasangan menjadi lebih cepat, mudah, dan tidak memerlukan pembangunan septic tank dari bata atau beton.
5. Material Kuat dan Tahan Lama
Bio septic tank umumnya terbuat dari bahan berkualitas seperti HDPE atau fiberglass yang tahan terhadap korosi, benturan, tekanan tanah, serta perubahan cuaca. Material ini juga memiliki risiko kebocoran yang lebih rendah.
6. Kapasitas Beragam
Bio septic tank tersedia dalam berbagai ukuran, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tinggal, kos-kosan, perkantoran, hingga bangunan komersial. Pemilihan kapasitas yang tepat membuat sistem pengolahan limbah bekerja lebih optimal.
7. Perawatan Lebih Mudah
Pengguna tidak perlu melakukan perawatan yang rumit. Cukup menghindari pembuangan sampah nonorganik dan bahan kimia berlebihan ke dalam toilet, serta melakukan pemeriksaan secara berkala agar sistem tetap bekerja dengan baik.
Rekomendasi Septic Tank Bio Terbaik dan Ramah Lingkungan

Kalau sedang mencari bio septic tank berkualitas, berikut rekomendasi bio septic tank yang bisa menjadi salah satu pilihan yang layak pertimbangkan.
Bio Septic tank Grand merupakan inovasi terbaru bak penampungan limbah yang lebih ramah lingkungan. Tangki septic Grand menggunakan 4 filter penyaringan untuk memastikan proses penguraian limbah lebih optimal.
Dengan sistem ini, hasil pengolahan limbah lebih ramah lingkungan karena endapan lumpur lebih sedikit.
Selain itu, bio septic tank Grand ini memiliki teknologi Dual Faced Bioball yang membuat kotoran atau limbah tidak menempel pada dinding tangki dan membuatnya minim kebuntuan. Tersedia ukuran mulai dari 500 dan 1000 liter yang bisa Anda pilih, dengan garansi 15 tahun.
Kesimpulan
Jadi, dengan memahami cara kerja septic tank bio, Anda dapat membuat keputusan yang tepat dalam memilih penguraian limbah toilet yang lebih ramah lingkungan.


