Rekomendasi dan Perbedaan Tangki Roto Moulding vs Blow Moulding

Perbedaan Roto Dan Blow Moulding

Perbedaan Roto Dan Blow Moulding – Ngomongin masalah tangki air, memang tidak ada habisnya. Pasalnya, tangki air merupakan salah satu komponen penting dalam rumah tangga yang berfungsi sebagai tempat penampungan air untuk kebutuhan sehari – hari.

Namun, banyak yang tidak tahu bahwa dalam proses pembuatan atau produksi  tangki air menggunakan 2 metode utama yakni roto moulding dan blow moulding. Kedua metode ini memiliki perbedaaan tersendiri yang mempengaruhi terhadap daya tahan, kualitas sehingga biaya produksi tangki air.

Setelah membahas perbedaan tangki plastik vs stainless, artikel ini akan membahas perbedaan tangki roto dan blow moulding. Yuk, simak!

Pengertian Roto Moulding

Pengertian Roto Moulding

Teknik rotational atau roto moulding adalah proses pembentukan plastik dengan temperatur tinggi, namun dalam metode manufakturingnya bertekanan rendah (low pressure) dan mengkombinasikan panas dengan perputaran biaxial hingga 360 derajat.

Teknik ini dapat mengatasi kelemahan cetakan tiup seperti blow moulding. Tekstur hasil cetakannya mempunyai ketebalan dinding yang merata tanpa bagian – bagian berongga seperti blow moulding. Untuk proses pembuatan tangki yang menggunakan teknik roto, akan menghasilkan desain dan ukuran yang beragam, meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun produk yang dihasilkan memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan blow molding.

Dengan keunggulan tersebut, metode ini dikenal sebagai alternatif untuk cetakan injeksi dan proses produksi plastik jenis lainnya.

Pengertian Blow Moulding

Pengertian Blow Moulding

Yang selanjutnya blow moulding, merupakan proses pembuatan plastik yang bentuknya memiliki rongga – rongga di bagian tengah pada produk.

Proses blow moulding yakni plastik cair berbentuk pipa kemudian dimasukkan ke dalam cetakan lalu ditiup hingga menempel pada dinding cetakan.

Simplenya, proses blow moulding terdiri dari pembentukan sebuah tabung dan memasukkan udara atau gas lain yang menyebabkan tabung mengembang menjadi berongga, tertiup bebas sesuai cetakan untuk membentuk produk dengan ukuran dan bentuk tertentu.

Dalam pengerjaannya, blow moulding memanfaatkan mesin ekstrusi dan cetakan. Lewat mesin ekstrusi thermoplastic diekstraksi menjadi sebuah pipa seperti selang (kondisi panas), lalu dijepit dengan cetakan dan dipotong.

Cetakan ini dapat bergerak dari mulut ekstrusi ke mulut peniup untuk ditiup dengan udara bertekanan tinggi bertujuan menekan plastik hingga membentuk sesuai dengan bentuk cetakan.

Hasil cetakan blow moulding cenderung memiliki ketebalan dinding yang tidak merata dan umumnya produk berupa silinder.

Perbedaan Roto Dan Blow Moulding

Perbedaan roto dan blow moulding terletak ada proses dan teknik yang digunakan dalam pembuatan produk plastik. Nah, berikut ini adalah berbagai segi perbedaan roto dan blow moulding yang wajib diketahui :

1. Dari Segi Pembentukan

Roto Moulding : Pada roto moulding, bahan plastik yang telah dipanaskan ditempatkan di dalam cetakan yang berputar dalam tiga sumbu yang berbeda. Bahan plastik menyebar merata ke seluruh permukaan cetakan karena gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran cetakan. Setelah bahan plastik mengeras, cetakan dibuka dan produk akhir dilepaskan.

Blow Moulding : sedangkan pada blow moulding , bahan plastik yang telah dipanaskan ditiupkan dengan tekanan udara tinggi ke dalam cetakan yang memiliki bentuk dari produk yang diinginkan. Udara yang ditiupkan memperluas bahan plastik dan membentuknya sesuai dengan cetakan.

2. Penggunaan Cetakan

Roto Moulding : dalam roto moulding, cetakan memiliki bentuk negative dari produk yang diinginkan. Namun, cetakan biasanya terbuat dari logam dan dirancang untuk berputar dalam tiga sumbu yang berbeda.

Blow Moulding : sedangkan dalam blow moulding, cetakan juga memiliki bentuk negatif dari produk yang akan dibuat. Cetakan biasanya terdiri dari dua bagian yang saling berhubungan  dan dapat dibuka untuk melepaskan produk.

 3. Jenis Produk

Roto Moulding : Proses roto moulding lebih cocok untuk membuat produk berukuran besar dan berdinding tebal, seperti tangki air besar, mainan anak-anak, ember, dan produk plastik berukuran besar lainnya.

Blow Moulding : proses blow moulding lebih cocok untuk membuat produk berbentuk hampa, seperti botol plastik, wadah, dan tangki. Produk-produk ini memiliki dinding yang relatif tipis dan berongga.

Rekomendasi Tangki Air yang Menggunakan Teknik Blow Moulding

Rekomendasi Tangki Air yang Menggunakan Teknik Blow Moulding

Rekomendasi tangki air yang menggunakan teknik blow molding adalah tangki air Grand. Tangki ini terbuat dari bahan plastik HDPE asli, yang memberikan ketahanan luar biasa terhadap berbagai kondisi cuaca serta aman untuk penyimpanan air kebutuhan sehari – hari.

Tangki air Grand menawarkan berbagai keunggulan utama dengan fitur triple protection yang terdiri dari 3 lapisan pelindung yang berfungsi untuk menghalau sinar matahari masuk ke dalam tangki, sehingga tangki tidak akan ditumbuhi lumut.

Selain itu, tangki air Grand dikenal anti lumut dan anti virus, sehingga menjaga kualitas air tetap bersih dan sehat. Tangki ini juga dirancang dengan material yang kuat dan tahan terhadap benturan, memberikan daya tahan yang optimal. .

Tersedia ukuran mulai dari 300 liter hingga 12.000 liter sehingga cocok untuk keutuhan rumah tangga hingga industry. Nikmati juga gratis ongkir untuk pembelian seluruh wilayah Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi .

Kesimpulan

Demikian informasi mengenai perbedaan roto dan blow moulding dalam proses pembuatan tangki air. Keduanya memiliki keunggulan masing – masing. Untuk rekomendasi tangki air dengan teknik blow moulding terbaik hanyalah dari tangki air Grand, dengan harga yang affordable Anda sudah bisa mendapatkan tangki anti lumut dan berkualitas.